Tanaman KIURI - Timun Jepang

tanaman kiuri
Pada beberapa resep masakan Jepang sering kali kita diharuskan menggunakan kiuri atau Timun Jepang sebagai salah satu bahannya. Sebenarnya apa sih kiuri atau Timun Jepang itu? Apakah sama dengan jenis timun lainnya?

Jika dilihat dari tanamannya, Timun Jepang juga sama seperti tanaman timun lainnya yang mampu tumbuh secara maksimal pada ketinggian antara 200-400 meter dari permukaan tanah. Bentuk tanaman ini merupakan tanaman yang menjalar atau memanjat dengan ketinggian bisa mencapai lebih dari 2 meter. Bentuk buahnya lebih lonjong dari buah timun lokal dan warnanya pun lebih hijau pekat.

Jika ditilik dari rasanya, jika mentimun lokal lebih terasa segar dengan sedikit rasa pahit di ujung buahnya, Timun Jepang cenderung memiliki rasa manis segar dan lebih renyah. Rasanya yang renyah dan manis inilah yang menyebabkan bahan makanan yang satu ini sering kali digunakan sebagai bahan wajib pada beberapa masakan. Di Jawa Timur, timun jenis ini sering kali disebut dengan Krai.


Manfaat Timun Jepang

Bagian tanaman Timung Jepang yang paling sering digunankan tentu saja bagian buahnya. Buahnya sering kali dimakan mentah sebagai lalap atau campuran salad. Namun tidak jarang Timun Jepang juga digunakan sebagai acar atau dibuat asinan. Nutrisi yang terkandung dalam Kiuri juga cukup lengkap meliputi Vitamin A dengan jumlah yang cukup banyak pada kulitnya, Vitamin B dan Vitamin C. Selain itu Timun Jepang juga mengandung air cukup banyak, sehingga sangat efektif digunakan untuk menyembuhkan dehidrasi.

Tanaman Komersial

Saat ini Timun Jepang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu sentral budidaya tanaman Timun Jepang adalah di kota Batu - Jawa Timur. Harga Timun Jepang saat ini cukup fluktuatif. Jika pada saat panen raya harganya bisa sangat murah (berkisar Rp. 3500-4500/kg), sedangkan pada saat langka harganya bisa mencapai Rp. 15.000,- apabila dijual di supermarket.

repost from : Mengenal Timun Jepang (Kiuri)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...